DGTel 718 Tablet Review

DGTel 718 merupakan tablet keluaran pertama dari DGTel. Tablet ini sama dengan tablet keluaran lainnya yang berukuran 7 inch berdimensi 198.5 x 127 x 16.8 mm. Sistem operasi yang dibenamkan adalah Android 2.2 Froyo. Memiliki kapasitas memori sebesar 4 GB yang dapat ditambahkan hingga 32 GB melalui slot microSD. Tablet ini dipersenjatai dengan prosesor WonderMedia 800 MHz.

Untuk koneksinya tablet ini selain dilengkapi dengan WiFi. Namun kameranya masih VGA yang terdapat pada bagian depannya. Soal harga tablet ini hanya dibanderol sekitar Rp 800 ribuan. Pixcom AndroTab II Pixcom adalah merek lokal yang baru berusia kurang lebih satu tahun ini telah membuat tabletnya untuk ikut meramaikan pasar tablet PC.

Tablet yang mereka beri nama AndroTab II ini memiliki fitur untuk kelas low-end yang berotakkan prosesor sebesar 600 MHz. Tablet 7 inch ini dapat pula dijadikan teman bermain di dunia maya dengan kecepatan tinggi karena telah menggunakan teknologi 3G, HSDPA, dan dapat memanfaatkan sinyal WiFi di area berhotspot.

Kameranya sebesar 3.2 megapixel juga dapat merekam video. Memori internal sebesar 160 MB dapat ditambah melalui slot microSD. Tablet seharga Rp 1.9 jutaan ini telah dilengkapi OS Android 2.2 Froyo. IMO X8 Tablet lokal ini mempunyai fitur yang cukup lengkap dengan harga yang terjangkau. IMO X8 memiliki layar seluas 9,7 inchi dengan desain berukuran 196 x 120 x 14 mm. Tablet ini dipersenjatai dengan processor Dual Core 1.2 GHz NVDIA Tegra2 dan internal memori sebesar 512 MB serta slot microSD. Kamera utama

DGTel 718 juga sudah didukung Android Market dan App Market. Selain itu, fitur lainnya yang coba ditawarkan DGTel adalah Fring, iReader, OfficeSuite, Google Talk, YouTube, Media player (MPEG1/2/4, MJPEG, H.263 dengan resolusi 1280×720 piksel, H.264 720×480 piksel), Music player (MP2, MP3, WAV, AAC, WMA) dan berbagai situs jejaring sosial populer. Untuk masalah konektifitas, DGTel 718 mengandalkan WiFi 802.11 b/g/n plus browser HTML serta Google Chrome. Uniknya, tablet ini kompatibel pula dengan modem USB 3G. Port Ethernet atau Lan.

Advertisements
Posted in Tablet Review | Tagged

Huawei Ideos S7 Slim Tablet Review

Murah dan tipis. Inilah hal yang paling menonjol dari Huawei Ideos S7 Slim. Tablet yang dihargai sekitar Rp 3.2 jutaan ini memiliki layar 7 inch dengan mesin yang cukup tangguh di dalamnya. Processor 1 GHz Scorpion dan RAM sebesar 512MB dibenamkan untuk menghasilkan kinerja yang bagus.

Memori penyimpanan internalnya sebesar 3 GB serta memori eksternal sebesar 4 GB bawaan dari slot microSD. Memori ini dapat ditambah lagi hingga 32 GB. Kamera sebesar 2 megapixel berada pada sisi belakangnya. Android 2.2 dipercaya dapat mengimbangi kinerjanya. Untuk urusan koneksi tablet ini mempunyai jaringan 3G, HSDPA, WiFi, dan Bluetooth.

Pada dasarnya tipe beterai yang dipakai HIS7 slim adalah Li-Poly / Lithium Polymer. Ini adalah generasi terbaru dari rechareable battery, keunggulannya adalah ramah terhadap lingkungan, sedang kemampuan lainnya sama persis dengan battery LIthium Ion.

Untuk perawatan battery Lithium Polymer ini sama persis dengan battery Lithium Ion, hanya saja “handling” battery Li-Poly harus sedikit hati-hati mengingat sifatnya yang liquid sehingga bisa mengakibatkan bentuk battery bisa berubah karena tekanan.

anda sebaiknya melakukan charging pada saat battery ini sudah habis atau indikator tablet anda sudah menunjukkan “battery low”, ini dikarenakan battery Lithium Ion memiliki “life cycle” (umur charging) yang lebih sedikit dari battery jenis NiCD dan NiMH, dan tiap kali anda melakukan charging dihitung sebagai 1 kali tidak peduli anda melakukan charge sampai penuh atau tidak. dalam kondisi “battery low” cukup melakukan charging selama 90menit, karena jika berlebih akan menyebabkan baterai overheat atau menyebabkan IC charge bermasalah nantinya.

Posted in Huawei, Tablet Review | Tagged ,

ZTE Blade Smartphone Android Review

ZTE Blade merupakan smartphone dengan harga yang sangat terjangkau sehingga banyak diminati, terutama untuk para pengguna henpon Android pemula. Dari sisi desain dan bentuknya, henpon ZTE Blade mirip dengan smartphone kelas atas, hanya saja ukuran ZTE Blade lebih kecil. Blade tidak terlihat ringkih, hingga cukup mantap saat digenggam.

Sementara bahan yang digunakan henpon ini sebagian terbuat dari plastik terutama untuk bodi casingnya, namun demikian bahan yang digunakan terasa kesat hingga tak licin saat dipegang. Dibagian depan henpon ZTE Blade terpampang layar berukuran 3.5 inch yang terbilang sangat cukup untuk bereksperimen di layar sentuhnya. Di bagian belakang terdapat kamera 3.2MP berkemampuan wahid untuk mengabadikan momen-momen berharga Anda. Dan dibagian atas terdapat jack audio 3,5 mm yang bisa dihubungkan ke handsfree ataupun speaker aktif untuk mendapatkan suara berkualitas.

Henpon ZTE Blade memiliki akses data yang cukup mumpuni mulai dari GPRS, EDGE, hingga koneksi HSDPA berkecepatan maksimal 7.2 Mbps, atau kemampuan HSUPA berkecepatan maksimal 5.76 Mbps. Selain itu tersedia pula fasilitas Wi-Fi 802.11 b/g yang dapat pengguna manfaatkan untuk terkoneksi sehingga tak mesti mengandalkan akses data dari simcard. Bahkan Blade mampu difungsikan sebagai Tethering Wi-Fi hotspot yang bisa dimanfaatkan oleh gadget-gadget lain berteknologi WIFI.

Tentu saja bila diijinkan terkoneksi dengannya. Ada pula teknologi Bluetooth v2.1 with A2DP, EDR, microUSB v2.0, untuk memudahkan pengguna Blade untuk memindahkan data antar henpon atau PC. Fitur lainnya yang tersedia di Blade seperti fitur-fitur multimedia seperti Video player format MP4/H.264/H.263 player, Radio Stereo FM radio with RDS, Music player format MP3/WAV/eAAC+.

Tidak terlupakan juga fitur berasal dari Google seperti Google Search, Maps, Gmail, YouTube, Google Talk, Picasa integration. Blade juga memiliki kemampuan Geotagging, , Sensors, Accelerometer yang maksimal, proximity, compass, Browser WAP 2.0/ xHTML, HTML, GPS with A-GPS support, Java MIDP emulator. Benar, semua fitur ini membuat Blade terbilang lengkap dikelasnya.

Berbekal prosesor CPU 600 MHz ARM 11 processor, Adreno 200 GPU, Qualcomm MSM7227 chipset bisa dibilang Blade punya kemampuan yang cukup oke untuk kelasnya. Kelengkapan tersebut membuat Blade sanggup menjalankan sebagian games, membaca email, browsing internet serta dimanfaatkan untuk mengakses jejaring sosial dengan kualitas mumpuni.

Posted in ZTE | Tagged ,

Tabulet Octa Tablet Review

Seperti tablet lainnya, Tabulet Octa memiliki bentuk persegi dengan layar kapasitif seluas 8 inch. Bila dipegang secara vertikal, digital touch button terpampang di bawah layar sebagai navigasi pengguna. Anda akan melihat Home, Option, Back, Search, serta bersebelahan dengan lensa kamera depan.

Layarnya dapat bekerja secara responsif terhadap sentuhan jari di atasnya. Layar ini juga memiliki accelerometer yang bekerja dengan baik dan sensitif. Secara keseluruhan, Tabulet Octa memberikan interface yang user friendly. Dengan desain yang tipis, Tabulet Octa tampil dengan sangat menawan. Ukurannya tidak terlalu besar sehingga enak untuk dipegang.

Dilihat dari letak dan posisi digital touch button, kami menyarankan untuk memegang tablet ini dalam posisi vertikal. Namun bila dipegang dalam posisi seperti ini, nama Tabulet yang terpampang di sisi belakang akan kelihatan terbalik. Ini sama sekali tidak mengganggu kinerja, hanya berpengaruh pada estetika. Selain menyematkan namanya di sisi belakang, Tabulet juga meletakkan lensa kamera dan lubang speaker.

Mengikuti posisi digital touch button, tombol volume disematkan di sisi kanan bawah, berdetakan dengan digital touch button. Semua slot diletakkan pada satu sisi secara berderet, mulai dari tombol power, slot untuk memori card, port pengisi daya, port USB, jack audio 3.5 mm, slot SIM card, port HDMI. Ini menjadi kelebihan tersendiri bagi Octa yang membuat Anda tidak perlu memutar-mutar tablet untuk mencari letak tombol power atau bila hendak menyolokkan earphone.

Adanya digital touch button yang terletak di bawah layar sangat rentan tersenggol sentuhan terutama saat Anda sedang membaca ebook dalam layar diposisi horizontal. Accelerometer yang sangat sensitif membuat sedikit pergerakan saja bisa mengubah orientasi tampilan. Mungkin hal tersebut akan sedikit mengganggu kenyamanan. Nama Tabulet yang tadi dikatakan terbalik memiliki kelebihan tersendiri.

Posisi ini berlawanan dengan posisi digital touch button. Kamera yang terletak di atas nama “Tabulet” akan akan terhalangi tangan bila mengikuti posisi digital touch button. Belum lagi kalau digital touch button yang bisa tersentuh secara tidak sengaja. Untuk mengatasi hal itu, Anda disarankan untuk memotret dengan mengikuti posisi tulisan “Tabulet”. Selain itu, tangan Anda juga tidak akan menutupi lubang speaker jika memegang Tabulet dalam posisi vertikal dan mengikuti posisi digital touch button karena diletakkan di bawah nama Tabulet Octa. Untuk menunjang semua itu, Tabulet Octa dibekali dengan prosesor sebesar 1 GHz. Dengan prosesor ini, kinerja Tabulet Octa semakin mulus.

Posted in Tablet Review | Tagged

Nexian Magic A893 Smartphone Review

Kemewahan dan wajah elegan coba ditampilkan bagi pengguna Nexian Android Magic A893 merupakan Android keluaran Nexian yang kalau dilihat sepintas hampir menyerupai iPhone ini didesain sangat elegan dan mewah dengan dominasi warna hitam. Ulasan komplitnya, silakan simak tulisan berikut ini.

Berdesain simple namun tetap mengusung nilai kemewahan yang tak dapat dipungkiri dapat dilihat dari dimensinya 118 x 63 x 12 mm dan berat 112 gram. Smartphone ini seakan ingin turut menuai suksesnya iPhone dengan beberapa kemiripannya, seperti slot SIM card dengan model SIM tray. Piranti yang cukup ringan dan sangat ergonomis dalam genggaman ini menggunakan plastik sebagai material utamanya.

Pada sisi muka terdapat layar TFT kapasitif berukuran 3,5 inchi dengan kedalaman layar 262 ribu warna dan beresolusi 320 x 480 pixels. Selain itu juga terdapat kamera sekunder dengan resolusi VGA bersebelahan dengan speaker yang berfungsi sebagai earpiece dan tepat dibawah layar disematkan tombol ‘Home’ ala iPhone. Sementara pada sisi belakang tersemat lensa kamera 2MP plus flash LED dan tepat di bagian bawah tersemat tulisan Magic serta keterangan 8Gb.

Penulisan identitas ini juga menyerupai gaya iPhone dimana 8Gb merupakan kapasitas memori internal. Seperti halnya iPhone, smartphone besutan Nexian ini juga tanpa menyertakan slot memori eksternal. Pada sisi kanan terdapat slot SIM card dan di sisi kiri terdapat tombol back dan tombol volume. Sementara di sisi atas terdapat port jack audio 3,5mm serta tombol power dan pada bagian bawah terdapat port charger yang juga berfungsi sebagai port USB yang berada diantara dua speaker.

Dengan kekuatan prosesor ARM 600 Mhz, sistem GPU Adreno 200 dan RAM 164MB agak sedikit mengkhawatirkan jika berniat menjalankan beberapa aplikasi secara bersamaan. Sementara untuk urusan koneksi pengguna boleh berlega hati karena Magic telah dilengkapi kemampuan 3G plus WiFi lengkap dengan kemampuan Tethering. Namun menariknya, meski kamera standar dan kapasitas RAM yang terbilang kecil, kehadiran memori internal 8Gb cukup menjadi keistimewaan tersendiri dan menjadi jurus pikat yang membedakan Nexian Magic ini dibanding henpon Android lokal umumnya.

Tentunya ini berarti akan makin banyak data yang bisa disimpan tanpa buru-buru mentransfernya ke piranti lain. Anda akan puas menyimpan data mulai dari musik, foto, atau video. Kanal HSPA, GPRS, atau EDGE membantu pengguna untuk mengakses beberapa situs berita lokal serta jejaring sosial seperti Facebook, Twitter, aplikasi chatting Yahoo Messenger, Nexian Messenger, eBuddy, dan sebagainya. Nexian Magic A893 menggunakan baterai jenis Lithium Ion dengan kapasitas sebesar 1500 mAh mampu bertahan dan aktif hingga 10 jam dengan penggunaan fitur WiFi.

Posted in Nexian | Tagged ,

Huawei Sonic U8650 Smartphone Review

Huawei menggelontorkan seri Sonic U8650 dengan layar sentuh kapasitif dan kinerja yang mumpuni. Bagi mereka yang menginginkan pengalaman baru memakai Android, Sonic menawarkan kecepatan sonik.

Disusun dengan rasa estetika yang tinggi membuatnya tampil menawan dipandang terlebih dipercantik list metalik di sekujur sisi dan sekitar lensa. Dominasi warna hitam dan abu-abu gelap memberi kesan elegan padanya dan cocok bagi Anda yang ingin menjadikannya sebagai perangkat pribadi seperti mengakses email, jejaring sosial, dan akses internet di tempat-tempat umum.

Layar sentuh berukuran 3,5 inch berteknologi kapasitif mendominasi permukaan dengan dilapisi plastik jernih untuk menjaga gesekan yang bisa menciderai layar. Dibawah layar ada empat tombol sentuh dedikasi untuk Home, Menu, Back dan Search. Secara umum, penataan letak port audio 3.5 mm dan tombol on/off di atas, kamera 3.2 MP dan speaker di belakang, atau tombol pengatur suara di sisi kiri, memberi kenyamanan bagi tangan Anda dalam mengoperasikannya. Desain yang begitu akurat sebagai bukti bahwa Huawei begitu konsentrasi menghadirkan Sonic.

Menarik untuk berinteraksi dengan Sonic karena sebagai perangkat telekomunikasi yang interaktif dan menyenangkan sebagai teman berkomunikasi. Layar kapasitif tersebut terkadang berkurang responsifnya yang biasanya cepat. Mungkin saja hal tersebut disebabkan rendahnya memori yang terinstal di dalam Sonic.

Sonic dipersenjatai oleh ROM 512 MB, RAM 256 MB dan prosesor 600 MHz. Masih cukup kecil untuk mampu menghandle aplikasi-aplikasi yang banyak ditawarkan di Android Market yang sudah makin meminta spesifikasi lebih tinggi. Jadi, saat akan menambah aplikasi, patut pula Anda memperhatikan spesifikasi agar kemudian aplikasi-aplikasi yang diinstal tidak mengganggu kinerja Sonic secara umum.

Tampaknya pemilihan OS Android 2.3 Gingerbread sangat tepat karena sangat membantu peningkatan kinerja agar tetap berjalan baik. Bagi henpon Android yang selalu terkoneksi ke dunia internet, umumnya membutuhkan performa baterai yang handal. Besaran baterai 1400 mAh di Sonic tentu bukan ukuran yang besar, sehingga Anda harus pintar-pintar menonaktifkan fitur yang tidak dibutuhkan namun memakan tenaga besar, misalnya GPS, Tethering dan Wifi.

Posted in Huawei | Tagged

HTC Rhyme Smartphone Review

HTC Rhyme didedikasikan sebagai henpon bagi kaum hawa. Henpon ini hadir dengan bentuk yang ergonomis dengan dimensi 119 x 60.8 x 10.9 mm. Casing belakangnya dibalut dengan bahan plastik yang tidak licin ketika dipegang sehingga meminimalisir henpon terpeleset dari tangan. Layar seluas 3.7 inch memanfaatkan teknologi layar sentuh yang responsif menerima sentuhan.

Di sisi bawahnya terpampang empat menu utama seperti Home, Menu, Back, dan Search yang dibuat rata dengan layar. Sedangkan di atas layar terdapat lensa kamera depan, speaker telinga, dan nama HTC. Anda bisa memanfaatkan port microUSB yang terletak di sisi kiri untuk mengisi daya dan menyambungkan henpon dengan perangkat lain. HTC meletakkan tombol pengatur suara di sisi kanannya.

Selain sebagai penghubung henpon dengan earphone, jack Audio 3.5mm yang terletak di sisi atas henpon juga dapat dimanfaatkan untuk menyambungkan henpon ke HTC Charm Rhyme, sebuah aksesoris yang akan menyala saat ada incoming-call. Di sebelahnya terdapat tombol power yang juga berguna untuk mengunci layar.

Contact point untuk menghubungkan ke docking diletakkan pada bagian belakang henpon, bersama dengan lubang speaker dan lensa kamera. Dibaliknya ada susunan baterai, slot SIM card, dan slot memori card. Anda tidak perlu mematikan henpon untuk melepas atau memasang SIM card serta memori card karena HTC menggunakan model hot swap.

Henpon berbasis Android Gingerbread ini dipersenjatai dengan prosesor sebesar 1 GHz. Perputaran layar dari vertikal ke horizontal, atau sebaliknya, nyaris tanpa jeda. Ini menandakan bahwa accelerometer HTC Rhyme bekerja dengan sangat baik. HTC Rhyme tidak ingin kalah cantik dengan si empunya.

Henpon ini menggunakan user interface HTC Sense 3.5 dengan tampilan halaman mukanya lebih atraktif. E-mail, SMS, kamera, aplikasi browser, serta Android Market dibuat berupa widget di halaman muka. Selain itu, pada halaman muka juga terdapat Friend Stream yang memperlihatkan aktivitas teman-teman Anda dari situs jejaring sosial. Untuk mempermudah mengakses aplikasi ataupun fitur, Anda bisa meletakkannya di halaman muka sebagai shortcut. Jadi, Anda tidak perlu mencari aplikasi atau fitur diantara deretan menu.

Posted in HTC | Tagged ,